Magic Behind Bear Brand Milk. Insomnia's flagship

Insomnia sepertinya bukan hal yang asing di jaman sekarang ini. Bagi kebanyakan orang sih iya. Bagi saya, itu sebuah impian. Well, I'm a sleepy head. Mudah saja bagi saya untuk tidur, bahasa halusnya 'muka bantal' :D

Impian? Iya. Dan Akhir Oktober 2014 kemaren, menjadi impian yang jadi nyata bagi saya. Total 2 hari tidak tidur. Dan rasanya gak enak -___- Entah, apa yang para insomnian (-- pelaku insomnia/ orang yang tidak bisa tidur. Istilah yang saya definisikan sendiri; insomnia mania) yang bahkan sering begadang sampai kuat beberapa hari. Sepertinya aku belum pernah dengar rekor MURI tidak tidur berapa hari, deh XD

Aku itu suka kucing lho..

Saya itu suka kucing lho.. Beneran. Yah, biarpun gak pernah kesampaian piara satu PUN. Ceritanya, duluu.. sewaktu masih kecil, ngiri dengan teman yang punya kucing. Saya pikir, punya kucing itu cool. Ah, udah ya, saya gak pengen mengungkit ungkit masa lalu ya. Cuman cerita saja, asal-muasalnya XD

Sekeluarga sebenarnya gak masalah sih sama kucing, dalam artian gak ada yang alergi. Tapi, nyak gak sukanya, kucing itu suka manja sama kaki orang. Kayak bilang, "hey dont go. Let's play some more!". Atau semacamnya lah, yang intinya bikin ribet kalau baru jalan, karena si kucing menggesek-gesekkan badan ke kaki, melingkar-lingkar gitu.

Sekali lagi, aku lihatnya lucu sih. Kecuali, point terakhir yang bikin saya tetap tidak boleh piara kucing. Kucing suka nyolong lauk, biar udah disediain. Emm.. kalau itu, gak tahu deh. Belum pernah kesampain miara kucing, jadinya no comment. Entah, enyak ini dulu emang pernah piara kucing atau gimana, kok apal banget.

Sunday Morning : What I should do?

Ini adalah saya sewaktu baru saja bangun tidur. Kadang saya ada pikiran, orang kalau baru bangun tidur kan jelek kan ya. Entah itu tidur bentar, ataupun semalaman, tetep saja jelek. Tinggal nanti tingkat jeleknya diukur hahaha..

Nah, saya berasa penasaran, bagaimanakah jadinya jika saya bangun tidur, jeleknya sejelek apa. Kebetulan si laptop cukup mendukung buat lihat-lihat muka terus di kepchur. Lumayan mahal sih ya kemaren belinya -- membesarkan hati sendiri, karena kalau gak saya sendiri yang berbesar hati, siapa lagi? Gak ada soalnya -_-.

Nah, orang jelek di foto itu adalah saya. Baru bangun juga. Kalau saya bilang, tingkat jeleknya rendah sih ya (alias lumayan ganteng? LOL). Jadi gak nambah, di luar rambut saya yang berdiri itu. Aselinya, saya emang 'sejelek' itu sih sehari-harinya.