Cara Lain Menikmati Bakpia

Siapa yang tidak tahu yang namanya Bakpia? Jogja adalah surganya bakpia. Ya iyalah. Memang ini salah satu makanan khas Jogja :D Dan bakpia adalah salah satu makanan favorit saya (apasih yang enggak jadi favorit saya hahaha). Beberapa waktu yang lalu saya dapat sekotak bakpia hangat. Entah hangat karena panasnya Jogja, hangat karena baru saja diangkat dari oven atau hangat karena cincah.. Pokoknya pegang-pegang, dapetnya hangat aja. Dan kondisi hangat adalah yang paling ideal dalam menikmati gigitan demi gigitan bakpia bersama secangkir teh hangat bersama keluarga atau teman/orang terkasih. Dinikmati sendirian juga gak apa-apa sebenernya. Rasanya masih tetap bakpia. Nah, cerita kali ini, seputar bakpia varian original, rasa kacang hijau. Mungkin lain kali ada kesempatan untuk menjajal varian lainnya. Kalau ada gratisan, wahahaha.. Saya lebih senang yang original soalnya :3

Mode Refreshing : Menyisir Jeram Progo

Beberapa hari yang lalu saya rafting dengan Komunitas Blogger Jogja. Apa sih yang tidak ada di Jogja? Emol ada. Wisata budaya, memang pusatnya. Wisata belanja bianyak. Kuliner? Siapkan perut lebar-lebar. Wisata alam, tidak cukup meluangkan waktu seminggu di sini. Ada pantai, ada desa wisata, ada gua, ada cave tubing, ada gunung, ada sungai. Banyak.. Baanyyak! Nah, bagi yang seneng main air, tapi menganggap kalau pantai itu sudah terlalu mainstream, ada wisata sungai a.k.a. arung jeram wal rafting. Cocok tuh, buat yang cari wisata adrenalin hahahaha.. Buat saya ini yang ke-2. Masih di Sungai Progo, tapi ini lebih ke atas lagi.

Satu kompleks dengan Hotel Puri Asri, Magelang, Progo Rafting ini sangat bagus. Baru datang saja, suasananya sudah betah-able. Pengaruh nama 'asri' juga mungkin, jadi suasananya emang asri. Membuat tidak sabar ingin menyeburkan diri dalam kenangan lama hahaha..

Berpikir itu 'dipraktekin'

Flashback

Dua November 2015 yang lalu, saya bertolak ke suatu tempat yang sering disebut Pulau Dewata. Salah satu pengalaman tersendiri bagi saya untuk kali kedua saya menginjakkan kaki di sana. Kerja rodi selama 2 minggu, sudah sangat lebih dari cukup menjadi alasan untuk saya segera balik Jogja lagi, selain pertimbangan-pertimbangan yang lain. Dan walhasil, Minggu 15 Oktober kemarin saya tiba kembali di kota yang bikin homesick ini.. Hahaha..

Holiday free

Selama 2 minggu kerja rodi, tidak ada waktu jalan jalan. Jangankan jalan-jalan, mainan handphone saja hampir tidak bisa, sampai membuat adik sendiri katanya ngambek, gegara pesannya tidak dibalas XD Padahal, memang tidak ada waktu. Berangkat pagi, pulang malam, sampai hotel mandi, tidur. Besoknya, kadang lupa mau balas. Bahkan orang sana, sampai berceletuk ria : "Kok kamu jarang sekali saya lihat pegang hape?"
Jawaban saya simple, "Oh, jadi mau nih, saya mainan hape (dan tidak kerja)?"
Lalu dia yang kikuk sendiri hahaha..

Paling beberapa kali diajak makan di luar sama Mr. Boss. Meskipun lewat Pantai Kuta, tidak sekalipun menapakkan jejak dipasirnya. Di samping itu, Bali sedang panas-panasnya, kata orang sana -- padahal cuman sepanas Jogja ketika normal sih. Ada 1 hari libur, Minggu, satu-satunya yang bisa buat kita jalan-jalan, dan karena panas, kita memutuskan ngadem di emol, seberang Pantai Kuta. Dan itu pun hanya kita ambil setengah hari, karena kita tidak ingin terlalu capek, sehingga Senin-nya tepar. Di kota orang euy, jauh dari mamak..