Sepatu

Jum'at, 24 April 2015
Ini bukan semacam lagunya Tulus. Sepatu. Tapi ini berbicara benar-benar mengenai sepatu. Alarm saya tetiba mengagetkan saya jam 7.30. Terlalu malas rasanya untuk bangun. Entah karena khilaf tertidur setelah sholat atau gimana. Bila dilebaikan, mungkin saat itu adalah saat terberat bagi saya. Perang melawan kemalasan. Saya waktu itu berdebat dengan nurani, bergumul dengan kenikmatan kasur yang tiada tara. Dan saya menang, setelah kurang lebih 15 menit. Entah setan apa yang masuk tadi, sehingga saya balik berbaring setelah sholat subuh. Sangat memalukan. Seperti biasa, saya perlu segelas susu hangat di pagi hari. Dengan tampang khas bangun tidur dan masih berusaha mengibaskan sisa sisa malas yang masih terus menjadi oposisi dalam otak saya, saya mengambil gelas dan korek, lalu..

What makes me cry

Ada banyak hal untuk membuat seseorang menangis. Dan saya pun begitu. Mengantuk pun saya menangis. Ya, saya tidak akan malu mengakui bahwa saya bisa menangis dengan mudah. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan seorang cowok yang menangis. Justru, ketika seorang cowok menangis, itu sangat berarti (kecuali tangisan saya yang gegara mengantuk) dan biasanya ada latar belakang yang cukup kuat yang membuat mengapa dia menangis, dibandingkan tangisan aktris galau yang diputus cinta.

Magic Behind Bear Brand Milk. Insomnia's flagship

Insomnia sepertinya bukan hal yang asing di jaman sekarang ini. Bagi kebanyakan orang sih iya. Bagi saya, itu sebuah impian. Well, I'm a sleepy head. Mudah saja bagi saya untuk tidur, bahasa halusnya 'muka bantal' :D

Impian? Iya. Dan Akhir Oktober 2014 kemaren, menjadi impian yang jadi nyata bagi saya. Total 2 hari tidak tidur. Dan rasanya gak enak -___- Entah, apa yang para insomnian (-- pelaku insomnia/ orang yang tidak bisa tidur. Istilah yang saya definisikan sendiri; insomnia mania) yang bahkan sering begadang sampai kuat beberapa hari. Sepertinya aku belum pernah dengar rekor MURI tidak tidur berapa hari, deh XD